Oleh: Morphic | September 18, 2009

MorphostLab

Selamat datang di BlogSite MorphostLab.

Semoga artikel-artikel di bawah ini bermanfaat…

Empat Tahap Pembentukan Energi di Mitokondria 28 September 2009
Vitamin Larut Air dan Vitamin Larut Lemak 25 September 2009
Lipid 18 September 2009
Vault adalah organel yang baru ditemukan 15 September 2009
Transport Membran 15 September 2009
Membran Sel 10 September 2009

Oleh: Morphic | Oktober 17, 2009

Biologic Oxidation

Biologic Oxidation

Di dalam oksidasi biologi terlibat banyak enzim terutama enzim-enzim kelas satu (enzim oxidoreduktase).
Kelas enzim ini dibagi dalam 4 grup, antara lain:
1. Oxidases
2. Dehydrogenases
3. Hydroperoxidases
4. Oxygenases

Oxidases
Grup enzim ini mengkatalis reaksi dengan pengurangan atom hidrogen dari substrat dengan memanfaatkan oksigen sebagai akseptor hidrogen. Enzim dalam grup ini membentuk air atau hidrogen peroksida sebagai produk reaksi.
Ada dua tipe dari grup enzim ini:
-Cytochrome oxidase (cyt. A, cyt A3)
-Flavoprotein enzymes

Cytochrome oxidase memiliki hemoprotein yang terdapat pada banyak jaringan dan memiliki heme sebagai gugus prostetik. hemoprotein ini terdapat pada myoglobin, hemoglobin dan cytochrome-cytochrome hemoprotein lainnya.

Flavoprotein enzymes
Enzim tipe ini mengandung FAD dan FMN sebagai gugus prostetik. Keduanya dibentuk di dalam tubuh dari riboflavin.

Contoh:
-L Amino oxidase
enzim FMN-linked ditemukan di ginjal
-Xanthine oxidase (mengandung molibdenum)
Berperan dalam konversi purine base menjadi uric acid. Xanthine oxidase terdapat pada usus, ginjal dan hati.

Dehydrogenases
Grup enzim ini berbeda dengan oxidase karena dehydrogenase tidak bisa menggunakan oksigen sebagai akseptor hidrogen. Enzim ini mengkatalisis transfer hidrogen. Yang jelas enzim ini melibatkan reaksi redoks. Dehydrogenase juga berperan dalam rantai respirasi.

Ada dua jenis koenzim dalam dehydrogenase.
1. Koenzim yang dibuat dari Niasin, antara lain NAD dan NADP
2. Koenzim yang dibuat dari riboflavin, antara lain FMN dan FAD

Reaksi katalisis dehydrogenase ada banyak berdasarkan koenzimnya.
1. NAD-linked dehydrogenase
Berperan dalam mengkatalisis reaksi oksidoreduksi pada metabolisme glikolisis, siklus asam sitrat, dan rantar respirasi mitokondria
2. NADP-linked dehydrogenase
Fungsinya dalam sintesa reduktif pada sintesa asam lemak, sintesis tiroid dan lain-lain
3. Riboflavin-linked dehydrogenas
Memanfaatkan FMN dan FAD sebagai koenzim. Biasanya menyangkut transpor elektron pada rantai respirasi.

Hydroperoxidase
Berfungsi untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Enzim grup ini terbagi dua:
1. Peroxidase
Enzim tipe ini memanfaatkan bermacam-macam akseptor elektron dalam reaksi (askorbat, quinones, cyt C) sedangkan pendonor elektron adalah hidrogen peroksida. Biasanya terdapat di leukosit, eritrosit, dan jaringan yang terlibat dalam metabolisme eicosanoid.
2. Catalase
Enzim ini memanfaatkan langsung hidrogen peroksida sebagai akseptor elektron. lalu pendonor elektronnya? Pendonor elektronnya hidrogen peroksida juga.
Biasanya ditemukan di darah, mucous membrane, ginjal dan hati.

Oxygenase
Oxygenase memasukkan oksigen langsung ke dalam substrat.
Oxygenase terbagi dua:
1. Dioxygenas/oxygen transferase
Dioxygenase memasukkan kedua atom oxygen ke dalam substrat
2. Monooxygenase
Monooxygenase hanya memasukkan 1 atom ke dalam substrat, sedangkan 1 atom oksigen lagi direduksi menjadi air.

By: Morphic
(FK USU 2009)

Oleh: Morphic | September 28, 2009

Empat Tahap Pembentukan Energi di Mitokondria

Energi dari Mitokondria dibentuk dengan 4 tahap, yaitu:
1. Glikolisis
2. Dekarboksilasi Oksidatif
3. Siklus Krebs
4. Transpor Elektron

1. Glikolisis
Saat dalam sel, glukosa dipecah menjadi ATP melalui dua lintasan. Lintasan pertama tidak memerlukan oksigen dan disebut anaerobic metabolism. Lintasan ini disebut glikolisis dan terjadi dalam sitoplasma diluar mitokondria.
Dalam proses glikolisis, glukosa mengalami beberapa tahap yang panjang. Penjelasannya sebagai berikut:
Pertama-tama, glukosa mendapat tambahan satu gugus fosfat dari satu molekul ATP, yang kemudian berubah menjadi ADP, membentuk glukosa 6-fosfat. Setelah itu, glukosa 6-fosfat diubah oleh enzim menjadi isomernya, yaitu fruktosa 6-fosfat. Satu molekul ATP yang lain memberikan satu gugus fosfatnya kepada fruktosa 6-fosfat, yang membuat ATP tersebut menjadi ADP dan fruktosa 6-fosfat menjadi fruktosa 1,6-difosfat. Kemudian, fruktosa 1,6-difosfat dipecah menjadi dua senyawa yang saling isomer satu sama lain, yaitu dihidroksi aseton fosfat dan PGAL (fosfogliseraldehid atau gliseraldehid 3-fosfat).
Selanjutnya, dihidroksi aseton fosfat dan PGAL masing-masing mengalami oksidasi dan mereduksi NAD+, sehingga terbentuk NADH, dan mengalami penambahan molekul fosfat anorganik (Pi) sehingga terbentuk 1,3-difosfogliserat. Kemudian masing-masing 1,3-difosfogliserat melepaskan satu gugus fosfatnya dan berubah menjadi 3-fosfogliserat, dimana gugus fosfat yang dilepas oleh masing-masing 1,3-difosfogliserat dipindahkan ke dua molekul ADP dan membentuk dua molekul ATP. Setelah itu, 3-fosfogliserat mengalami isomerisasi menjadi 2-fosfogliserat. Setelah menjadi 2-fosfogliserat, sebuah molekul air dari masing-masing 2-fosfogliserat dipisahkan, menghasilkan fosfoenolpiruvat. Terakhir, masing-masing fosfoenolpiruvat melepaskan gugus fosfat terakhirnya, yang kemudian diterima oleh dua molekul ADP untuk membentuk ATP, dan berubah menjadi asam piruvat
2. Dekarboksilasi Oksidafif
Setelah melalui reaksi glikolisis, jika terdapat molekul oksigen yang cukup maka asam piruvat akan menjalani tahapan reaksi selanjutnya, yaitu siklus Krebs yang bertempat di matriks mitokondria. Jika tidak terdapat molekul oksigen yang cukup maka asam piruvat akan menjalani reaksi fermentasi. Akan tetapi, asam piruvat yang mandapat molekul oksigen yang cukup dan akan meneruskan tahapan reaksi tidak dapat begitu saja masuk ke dalam siklus Krebs, karena asam piruvat memiliki atom C terlalu banyak, yaitu 3 buah. Persyaratan molekul yang dapat menjalani siklus Krebs adalah molekul tersebut harus mempunyai dua atom C (2 C). Karena itu, asam piruvat akan menjalani reaksi dekarboksilasi oksidatif.
3. Siklus Krebs
Piruvat adalah molekul dengan 3 karbon. Setelah memasuki mitokondria, piruvat dipecah menjadi molekul dengan 2 karbon oleh enzim khusus. Reaksi ini melepaskan karbon dioksida. Molekul dengan 2 karbon disebut Acetyl CoA dan molekul ini memasuki siklus Kreb’s dengan cara bergabung dengan molekul 4 karbon yang disebut oxaloacetate. Ketika dua molekul ini bergabung , menghasilkan molekul 6 karbon yang disebut citric acid (2 karbon + 4 karbon = 6 karbon). Citric acid kemudian dipecah dan dimodifikasi, dan melepaskan ion hidrogen dan molekul karbon. Molekul karbon digunakan untuk membuat karbon dioksida dan ion hidrogen ditangkap oleh NAD dan FAD. Proses ini kembali menghasilkan oxaloacetate.
4. transpor elektron
Rantai transport elektron adalah proses terakhir untuk mengahsilkan ATP, H2O yang terjadi di membran dalam/krista mitokondria. Pada tahap ini, elektron yang dibawa oleh NADH ditransfer ke berbagai pembawa elektron supaya energinya bisa digunakan untuk memompa proton. Gradien proton yang dibuat oleh transpor elektron digunakan oleh enzim ATP sintase untuk menghasilkan ATP. Proses pemompaan proton untuk menghasilkan ATP juga disebut kemiosmosis.

Hasil akhir respirasi seluler:
1. Glikolisis, hasil 2 ATP, 2 piruvat, 2 NADH, 2 H2O
2. Dekarboksilasi oksidatif, hasil 2 NADH, 2 CO2
3. Siklus Krebs, hasil 6 HADH, 2 FADH, 4 CO2, 2 ATP
4. Transpor elektron, hasil 34 ATP, H2O.

by:Morphic
(FK USU 2009)

Oleh: Morphic | September 25, 2009

Vitamin Larut Air dan Vitamin Larut Lemak

Vitamin merupakan zat organik yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit selain kebutuhan makanan karbohidrat, lemak, protein dan mineral.

Berdasarkan kelarutannya dalam air, vitamin terbagi dua

  1. Vitamin larut air (misal: vitamin B dan C)
  2. Vitamin tak larut air (vitamin larut lemak) (misal: vitamin A, D, E, K)

Vitamin A berperan pada penglihatan

Vitamin A sangat bermanfaat untuk penglihatan kita. Terutama untuk pencegahan defisiensi vitamin A yang berdampak pada mata, seperti xeroftalmia, rabun senja, dan penyakit lainnya.

Tapi sebenarnya selain berperan pada mata, vitamin A juga baik untuk memicu pertumbuhan balita dan sebagai antioksidan. Selain itu vitamin A juga penting untuk pemeliharaan rambut dan kulit serta berguna membantu hormon yang berperan dalam proses reproduksi.

Kekurangan vitamin A atau defisiensi vitamin A membawa dampak atau penyakit pada kita. Biasanya defisiensi vitamin A akan muncul bila:

  1. Dalam waktu yang lama, diet yang dibutuhkan kekurangan vitamin A atau provitamin A
  2. Adanya gangguan resorpsi vitamin A atau provitamin A
  3. Adanya gangguan konversi provitamin A menjadi vitamin A
  4. Kerusakan hati
  5. Kelainan kelenjar tiroidea

Macam-macam defisiensi vitamin A, antara lain:

  1. Buta senja / rabun senja (night blindness)
  2. Xeroftalmia
  3. Kelainan kulit
  4. Metaplasia jaringan epitel
  5. Konsentrasi vitamin A dan karoten dalam plasma rendah.

Manfaat dari vitamin A ini untuk:

  1. Proses penglihatan
  2. Mengatur sistem kekebalan tubuh
  3. Mencegah kebutaan
  4. Menangkal radikal bebas
  5. Memicu pertumbuhan
  6. Memelihara kesehatan sel-sel epitel pada saluran pernapasan
  7. Membentuk dan memelihara pertumbuhan tulang dan gigi.
  8. Memelihara kesehatan kulit dan rambut
  9. Mendukung proses reproduksi

Kelebihan Vitamin A menyebabkan toksisitas

Tubuh hanya membutuhkan vitamin A dalam jumlah sedikit. Apabila kebutuhan vitamin A berlebih akan menyebabkan toksisitas. Gejjala toksisitas berpengaruh pada susunan saraf pusat (nyeri kepala, mual, ataksia, dan anoreksia, semuanya berkaitan dengan peningkatan tekanan cairan serebrospinal).

Vitamin D gratis!

Kekurangan vitamin D bisa menyebabkan osteomalasia (pada orang dewasa) atau rakhitis (pada anak-anak). Padahal sebenarnya vitamin D ini bisa disintesis di kulit dengan sinar matahari pagi.  Selain dari sinar matahari pagi, sumber vitamin D juga bisa didapat dari minyak ikan, susu, telur, dan keju.

Kekurangan vitamin D menyebabkan osteomalasia pada orang dewasa atau rakhitis pada anak-anak. Selain itu dampak lainnya seperti:

-gigi lebih mudah rusak

-otot bisa mengalami kejang-kejang

-pertumbuhan tulang tidak normal yang biasanya betis kaki akan membentuk huruf O atau X

Namun kelebihan vitamin D juga tidak baik, karena akan menyebabkan toksisitas.

Kekurangan Vitamin E menyebabkan kemandulan

vitamin E diperoleh dari ikan, ayam, kuning telur, kecambah, ragi, minyak tumbuh-tumbuhan dan lain-lain. Kekurangan vitamin E ini bisa menyebabkan mandul pada pria maupun wanita. Selain itu bisa juga menyebabkan gangguan syaraf dan otot.

Vitamin K

Kaitan vitamin K sangat dekat dengan gangguan perdarahan. Biasanya darah sulit membeku bila terluka. Selain itu vitamin K berperan dalam sintesis Protein Pengikat-Kalsium Tulang.

Vitamin K ini bisa diperoleh dari susu, kuning telur, sayuran segar dan lain-lain.

Vitamin B Kompleks

Vitamin B Kompleks terdiri B1 (Thiamin), B2 (Riboflavin), B3 (Niasin), B6 (pyridoxine), dan B12 (Cyanocobalamin).

Vitamin B1 (Thiamin)

Vitamin B1 ini sangat berperan penting dalam metabolisme karbohidrat. Tiamin memiliki peran sentral dalam metabolisme penghasil energi.

Thiamin bisa diperoleh dari gandum, daging, susu, kacang hijau, ragi, beras, telur, dan sebagainya. Kekurangan vitamin B1(Atiaminosis) akan menyebabkan penyakit beri-beri. Apabila wanita yang sedang mengandung kekurangan vitamin B1, maka anaknya akan menderita beri-beri kongental atau gejala beri-beri.

Vitamin B2 (Riboflavin)

Menurut buku Biokimia Harper, sumber utama Riboflavin adalah susu dan produk susu. Sedangkan dari sumber lain, vitamin B2 bisa juga diperoleh dari sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, dan banyak lagi lainnya.

Defisiensi Vitamin B2 (Ariboflavinosis) sering dijumpai namun tidak mematikan. Alasan mengapa ariboflavinosis tidak mematikan karena penghematan riboflavin di jaringan sangat efisien. Defisiensi riboflavin ditandai oleh keilosis, deskuamasi dan peradangan lidah, dan dermatitis seboroik.

Defisiensi vitamin B2 biasanya menyebabkan mulut kering, bibir pecah-pecah, pada sudut mulut dijumpai  maserasi dan retak-retak (fisura), yang memancar ke arah pipi. Kadang-kadang luka sudut mulut tersebut tertutup keropeng.

Niasin

Biokimia Harper mengatakan Niasin bukan suatu vitamin sejati. Itu alasannya mengapa Biokimia Harper tidak menuliskan Niasin sebagai vitamin B3. Namun disumber lain Niasin disebut Vitamin B3.

Niasin dapat diperoleh dari buah-buahan, gandum, ragi, hati, ikan, ginjal, kentang manis, daging unggas dan sebagainya. Defisiensi niasin akan menyebabkan pelagra namun terkadang pelagra juga dapat terjadi meskipun asupan niasin memadai (dengan alasan tertentu).

Vitamin B6 (pyridoxine)

Vitamin B6 didapat dari kacang-kacangan, jagung, beras, hati, ikan, beras tumbuk, ragi, daging, dan lain-lain. Gejala kekurangan Vitamin B6 antara lain cengeng, mudah kaget, kejang (tonik-klonik).

Ada yang berpendapat bahwa vitamin B6 mampu menyembuhkan dermatitis seberoik.

Vitamin B12

Biasanya kekurangan vitamin B12 akan menyebabkan anemia atau kurang darah, mudah lelah, lemas dan sebagainya.

Untuk mengobatinya biasanya dilakukan pemberian B12 yang tepat. Vitamin B12 ini biasanya bisa diperoleh dari telur, hati dan daging.

Vitamin C

Vitamin C biasanya bisa didapat dari jambu klutuk atau jambu batu, jeruk, tomat, nanas, sayur segar, dan lain sebagainya. Sedangkan penyakit yang ditimbulkan akibat defisiensi  vitamin C bisa macam-macam. Misalnya Skorbut/ scurvy, gusi berdarah, dan lain-lain.

By: Morphic Karta

(FK USU 2009)

Email: karta_morphic@yahoo.co.id

Blog: http://www.morphostlab2.co.nr

Forum: http://www.morphostlab3.co.nr

Sumber:

-Biokimia Harper edisi 27

-http://www.medicastore.com

-http://klipingut.wordpress.com/2008/01/05/vitamin-a-lebih-dari-sekadar-mencegah-kebutaan/

-http://indonesia.faithfreedom.org/forum/uk-burkha-mengakibatkan-defisiensi-vitamin-d-t4416/

http://organisasi.org/pengertian_dan_definisi_vitamin_fungsi_guna_sumber_akibat_kekurangan_macam_dan_jenis_vitamin

Oleh: Morphic | September 18, 2009

Lipid

Lemak atau juga sering disebut lipid (atau disebut juga trigliserida) merupakan ester dari gliserol dan asam lemak. Lipid berfungsi sebagai sumber utama energy untuk proses metabolisme tubuh.
Lipid sebenarnya ada dalam dua bentuk, yaitu padat dan cair. Lipid padat disebut lemak sedangkan lipid cair disebut minyak.
Lipid ini sendiri bias diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi dari organ hati yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi.

Fungsi lemak adalah sebagai sumber energi, pelindung organ tubuh, pembentukan sel, sumber asam lemak esensial, alat angkut vitamin larut lemak, menghemat protein, memberi rasa kenyang dan kelezatan, sebagai pelumas, dan memelihara suhu tubuh.

Secara sederhana Fungsi lemak sebagai berikut:
-Bagi tubuh
1. Sebagai makanan
– energy
– melarutkan vitamin A, D, E, K
– asam lemak essensial
2. sebagai isolator
-lemak di bawah kulit (penahan panas dan dingin)
3. sebagai pelindung
– sebagai “shock-absorber”, karena pukulan atau luka

-dimanfaatkan untuk:
1. Pembuatan sabun
2. Pembuatan gliserol (hasil tambahan sabun)
3. obat-obatan
4. Pembuatan cat, pakaian, minyak

Lipid adalah pelarut Vitamin
Lipid berfungsi sebagai pelarut vitamin. Tapi tidak semua vitamin yang mampu dilarutkan. Hanya vitamin yang larut lemak saja, seperti vitamin A,D,E,K. Lipid tidak bisa larut dalam air akan tetapi lipid mampu larut dalam pelarut-pelarut organik seperti eter, alkohol mendidih (boiling alcohol), benzene, petroleumeter, chloroform, dan lain-lain.

Secara ilmu gizi, lemak dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Lipid sederhana
a. Lemak (ester dari gliserol dan asam lemak)
b. Wax (malam) (ester dari asam lemak dengan alcohol berberat molekul tinggi)
2. Lipid majemuk (ester asam lemak + alkohol yang mengikat senyawa lipid)
a. Fosfolipid (asam lemak + alkohol alifatik + asam fosfat)
b. Lipoprotein (asam lemak + protein)
c. Gliserofosfolipid (asam lemak + gliserol + asam fosfat)
d. Sphingolipid (asam lemak + sphingosine)
e. Glikolipid (asam lemak + karbohidrat)
f. Lainnya (sulfolipid, aminolipid)
3. Lipid turunan (hidrolisis dari lipid sederhana atau lipid majemuk)
a. Sterol (turunan fenanterena, missal: kolesterol, ergosterol

Secara klinis lemak yang terpenting antara lain:
1. Kolesterol
2. Trigeliserida (lemak netral)
3. Fosfolipid
4. Asam lemak

Asam lemak
Asam lemak merupakan asam karboksilat dengan berat molekul yang besar. Dan yang paling sering didapat dalam Fat (lemak) adalah asam stearat, asam palmitat dan asam oleat.
Asam lemak terbagi dua yaitu, asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Contoh asam lemak jenuh antara lain asam palmitat, asam asetat, asam butirat, asam stearat, dan lain-lain. Sedangkan contoh asam lemak tak jenuh antara lain asam arakhidonat, asam oleat, asam linoleat, asam linolenat dan lain-lain.
Untuk membedakan kedua jenis asam lemak tersebut digunakanlah air brom. Air brom berwarna cokelat. Bila air brom direaksikan dengan asam lemak jenuh, warna air brom akan memudar. Sedangkan jika air brom direaksikan dengan asam lemak tak jenuh, warna air brom tidak akan menghilang. Kesimpulannya, warna air brom lah yang menentukan suatu jenis asam lemak yang ingin kita ketahui.

Perbedaan lainnya dari asam lemak jenuh dan tak jenuh adalah sebagai berikut:
Asam lemak jenuh:
– Sistem penamaan: nomor hidrokarbon + anoic/anoat
– Tidak memiliki ikatan rangkap
– Bentuknya padat dalam suhu ruang
– Diet yang dapat menyebabkan penyakit jantung
– Contoh: lemak babi, mentega

Asam lemak tak jenuh:
– Sistem penamaan: nomor hidrokarbon + enoic/enoat
– Memiliki ikatan rangkap
– Bentuknya cair dalam suhu ruang
– Diet sehat lemak
– Contoh: minyak nabati

Asam lemak essensial sangat penting bagi tubuh
Asam lemak essensial merupakan lemak yang mengandung asam lemak tidak jenuh yang penting bagi organisme. Defenisi lainnya asam lemak essensial adalah prekursor pada sintesa prostaglandin. Asam lemak essensial ini tidak dapat dibuat oleh tubuh sendiri. Contoh-contoh asam lemak essensial antara lain:
1. Asam linoleat = linoleic Acid = C17H31COOH
2. Asam linolenat = linolenic Acid = C17H29COOH
3. Asam arachidonat = Arachidonat Acid = C19H31COOH

TRIGLISERIDA merupakan ester gliserol
Sebagian besar lemak dan minyak di alam terdiri atas 98-99% trigliserida. Trigliserida terbentuk dari 3 asam lemak dan gliserol. Apabila terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida. Sedangkan bila ada dua asam lemak dalam ikatan maka disebut digliserida dan begitu seterusnya. Fungsi utama Trigliserida adalah sebagai zat energi. Lemak disimpan di dalam tubuh dalam bentuk trigliserida. Apabila sel membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel lemak akan memecah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta melepasnya ke dalam pembuluh darah. Oleh sel-sel yang membutuhkan komponen-komponen tersebut kemudian dibakar dan menghasilkan energi, karbondioksida (CO2), dan air (H2O).

Sifat Lemak
Lemak memiliki sifat fisis dan kimia.
Sifat fisis
– C kecil => larut dalam air
– C besar => tidak larut dalam air
– Semua gliserida larut dalam eter, chloroform, bensen, etil alkohol (panas).
– Berat jenis lemak lebih kecil disbanding air
– Titik didih lemak bergantung dari asam lemaknya. (titik didih asam lemak jenuh lebih tinggi dibanding asam lemak tidak jenuh)
– Gliserida sederhana biasanya tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Bila ada yang berwarna itu disebabkan oleh bahan lain, misalnya warna kuning mentega berasal dari pigmen tumbuh-tumbuhan (karoten dan ksantofil)

Sifat kimia
– Terutama berasal dari asam lemaknya

KOLESTEROL
Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat. Kolesterol merupakan komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf. Kolesterol merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah komponen penting seperti vitamin D (untuk membentuk & mempertahankan tulang yang sehat), hormon seks (contohnya Estrogen & Testosteron) dan asam empedu (untuk fungsi pencernaan ).
Kolesterol tubuh berasal dari hasil pembentukan di dalam tubuh (sekitar 500 mg/hari) dan dari makanan yang dimakan. Pembentukan kolesterol di dalam tubuh terutama terjadi di hati (50% total sintesis) dan sisanya di usus, kulit, dan semua jaringan yang mempunyai sel-sel berinti. Jenis-jenis makanan yang banyak mengandung kolesterol antara lain daging (sapi maupun unggas), ikan dan produk susu. Makanan yang berasal dari daging hewan biasanya banyak mengandung kolesterol, tetapi makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan tidak mengandung kolesterol.

By: Morphic
(FK USU 2009)

Sumber:
-http://www.medicastore.com
-Diktat Kimia Organik dr. H. A. Hakim Sulaiman.
-Acrobat Reader PDF “Karbohidrat, Lipid, Protein, FE, DNA” Yuda Herdanto

Oleh: Morphic | September 15, 2009

Vault adalah organel yang baru ditemukan!

Selain lima organel yang telah diketahui dengan baik, para peneliti baru-baru ini telah mengenali jenis organel keenam – Vault. Vault yang besarnya tiga kali lipat dibandingkan ribosom, berbentuk seperti tong bersegi delapan. Nama organel ini berasal dari kenyataan bahwa lengkungan organel ini mengingatkan penemunya akan bentuk kubah atau atap katedral. Sebuah sel mungkin memiliki ribuan vault. Mengapa keberadaan organel yang relatif besar dan banyak ini selama ini tidak diketahui? Alasannya adalah bahwa organel ini tidak terlihat dengan teknik-teknik pewarnaan biasa. Satu petunjuk mengenai fungsi vault mungkin adalah bentuknya yang segi delapan. Yang menarik, pori-pori di membrane yang mengelilingi inti juga berbentuk segi delapan dan berukuran sama dengan vault, menimbulkan spekulasi bahwa vault mungkin merupakan “truk-truk” sel. Menurut pandangan ini, mengambil molekul-molekul yang disintesis dalam inti, dan menyalurkan kargo mereka ke tempat lain di sel. Suatu dugaan bahwa vault mungkin membawa RNA messenger dari inti ke tempat-tempat sintesis protein di dalam sitoplasma. Karena vault terutama banyak ditemukan di bagian sel tempat aktin dibentuk, organel ini mungkin juga terlibat dalam system kontraktil sel.

Sumber:
Fisiologi Manusia, L.Sherwood

Oleh: Morphic | September 15, 2009

Transport Membran

Transport Membran

Pada membran terjadi dua proses transport melalui 2 mekanisme, yaitu mekanisme aktif dan mekanisme pasif.
Pada Mekanisme pasif terjadi dua proses transport (sumber lain ada yang mengatakan tiga proses.) yaitu Difusi Sederhana dan difusi fasilitator. Sedangkan proses yang satunya lagi (transport Ion Channel) akan kita bahas sedikit.

Difusi sederhana hanya mengikut gradient konsentrasi dan dipengaruhi oleh agitasi thermal molekul spesifik dan kelarutan materi. Sedangkan difusi fasilitator membutuhkan protein Carrier atau protein pembawa. Protein Carrier ini biasanya mengangkut molekul polar, misalnya asam amino dan glukosa. Difusi fasilitasi ini berlangsung dengan mekanisme pingpong.
Difusi fasilitas ini berbeda dengan difusi sederhana. Keduanya mempunyai perbedaan yaitu difusi fasilitas terjadi melalui carrier spesifik dan difusi fasilitas ini mempunyai kecepatan transport yang maksimum (Vmax).
Protein Carrier biasanya akan mengikat bahan yang akan ditransport. Dan protein carrier ini akan membawa bahan ke dalam sel. Jika konsentrasi bahan yang akan ditransport terus ditingkatkan, maka jumlah carrier akan habis berikatan dengan bahan tersebut sehingga pada saat itu kecepatan difusi menjadi maksimal (Vmaks).

Transport ion channel.
Transport jenis ini adalah khusus untuk ion-ion yang sulit ditransport secara difusi akibat muatan listriknya. Ion channel ini mempunyai sifat yang sangat selektif dan terbukanya channel tersebut akibat potensial listrik sepanjang membran sel dan melalui ikatan channel dengan hormone atau neurotransmitter.

Untuk transport mekanisme aktif biasanya dikenal dengan transport aktif. Transport aktif adalah jenis transport ion/materi yang membutuhkan energi karena harus berlawanan dengan gradient konsentrasi.
Transport aktif ini juga terbagi dua, yaitu transport aktif primer dan transport aktif sekunder.

Transpor aktif primer memerlukan energi secara langsung untuk mengangkut suatu zat untuk melawan gradien konsentrasinya. Sedangkan pada transpor aktif sekunder energy tidak digunakan secara langsung. Transpor jenis ini memakai energi “bebas pakai” yang disimpan dalam bentuk gradien konsentrasi ion.

Menurut sumber lain, transport aktif sekunder juga terbagi dua:
1. Transport aktif sekunder co-transport
2. Transport aktif sekunder counter transport

Pengangkutan zat atau materi pada sel terbagi:
1. Eksositosis
2. Endositosis
Eksositosis merupakan pengeluaran zat-zat yang berasal dari dalam sel.
Sedangkan endositosis adalah kebalikannya. Endositosis terbagi dua yaitu: fagositosis dan pinositosis

Fagositosis (sel makan) memasukkan materi berupa partikel multimolekul besar ke dalam sel. Misalnya bakteri dan sisa sel. Sedangkan pinositosis (sel minum) memasukkan materi yang berupa cairan ke dalam sel.
By: Morphic
(FK USU 2009)

Sumber:
-Fisiologi Manusia, L. Sherwood

Oleh: Morphic | September 10, 2009

Membran Sel

Membran Sel

image002Semua sel dibungkus oleh membran plasma (membran sel). Mengapa harus dibungkus? Sel harus dibungkus supaya terpisah dengan lingkungan luar sel. Sederhananya membran sel berfungsi untuk memisahkan sel yang “hidup” dengan lingkungan sekitarnya yang “tidak hidup”. Itu sebabnya terkadang membran sel disebut juga batas kehidupan (Biologi 2, Esis, 2006).

Fungsi utama membran sel adalah untuk mengatur keluar masuknya materi dari sel dan membantu transportasi molekul yang spesifik. Selain itu membran sel juga berperan untuk mempertahankan lingkungan intrasel agar tetap konstan, yang berbeda dengan lingkungan cairan ekstrasel.

Semua sel eukariotik memiliki membran sel yang tersusun dari fosfolipid, kolesterol, protein, dan rantai oligosakarida yang secara kovalen terikat dengan fosfolipid dan molekul protein. Komposisinya kira-kira adalah 55% protein, 25% fosfolipid, 13% kolesterol, 3% karbohidrat, dan 4% lipid lain.
Lipid dan protein merupakan bahan penyusun utama dari membran, walaupun karbohidrat juga merupakan unsur penting. Gabungan lipid dan protein disebut lipoprotein.

Membran sel merupakan struktur elastic tipis yang tebalnya 7,5 sampai 10 nm dan hanya bias dilihat dengan mikroskop electron. Dibutuhkan 7500 sampai 8000 membran sel untuk menyamai tebal kertas yang biasa kita pakai untuk menulis.

image004Hal penting lainnya yang perlu dibahas di membran sel ini adalah fosfolipid. Fosfolipid sendiri disusun sehingga mirip lapisan lipid ganda (lipid tipis setebal 2 molekul) yang bersambung di seluruh permukaan sel. Kalau dilihat dengan mikroskop (mikroskop electron), fosfolipid ini tampak seperti dua celah hitam dengan celah terang ditengahnya. Celah terang itu membagi dua celah gelap.

Celah gelap atau bagian kepala fosfolipid merupakan fosfat yang larut dalam air dan bersifat hidrofilik, sedangkan celah terangnya (yang ditengah) atau bagian ekor merupakan asam lemak yang larut dalam lemak dan bersifat hidrofobik.

Protein Membran
Berdasarkan posisi pada membran, ada dua jenis protein membran,
1. Protein Integral : globular, amfipatik dengan dua ujung hidrofil yang dipisahkan region hidrofob dalam laapisan bilayer. Protein integral juga disebut Protein transmembran onepass atau multipass
2. Protein Perifer : terikat lemah pada bagian hidrofil protein integrall.
Secara sederhananya posisi protein integral terbenam atau terlihat menonjol pada membrane sedangkan posisi protein perifer melekat atau menempel pada membrane.
Sebagian besar protein integral membentuk channel pada membran atau membentuk pompa sebagai tempat lewatnya ion-ion antara cairan ekstraseluler dan cairan intraseluler. Protein integral juga mengangkut bahan-bahan kea rah yang berlawanan dengan arah difusi, yang disebut transport aktif, sedangkan yang lainnya berfungsi sebagai enzim.
Sementara protein perifer, hampir seluruhnnya berfungsi sebagai enzim atau pengatur fungsi intraseluler yang lain. Protein perifer ini biasanya terikat dengan protein integral atau dengan bagian hidrofilik membran.

By:Morphic
(FK USU 2009)

Sumber:
Junqueira, Luiz Carlos, “Histologi Dasar”, Edisi 10, Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta.
Dr.HIdayat, Powerpoint “Membran Sel dan Biokimia Jaringan”, FK USU

Kategori